Konsep Bisnis dan Konsep Laba




Apa yang Anda bayangkan ketika mendengarkan kata bisnis? Apakah tersirat kesan tentang perusahaan terbesar dan sukses seperti Apple dan Google? Ataukah perusahaan yang dulunya gemilang tetapi sekarang terseok-seok seperti Kmart, Kodak, dan Yahoo!? Apakah anda teringat pada perusahaan yang lebih kecil seperti swlayan lokal atau restoran favorit di sekitar Anda? Atau apakah Anda membayangkan usaha kecil keluarga seperti warung makan atau penjual bunga di pinggir jalan?
        Semua organisasi itu disebut bisnis (business), organisasi yang menyediakan barang atau jasa untuk dijual dengan maksud memperoleh laba. Memang, prospek mendapatkan keuntungan/laba (profit), selisih antara pendapatan dan biaya bisnis, merupakan pendorong orang-orang untuk memulai dan mengembangkan bisnis. Lagipula, laba merupakan imbalan yang didapatkan pemilik bisnis dari risiko mengorbankan uang dan waktu mereka. Hak untuk mengejar laba membedakan bisnis dari organisasi –organisasi lain seperti universitas, rumah sakit, dan badan pemerintah yang beroperasi dengan cara yang serupa tetapi tidak mengejar laba.

Pilihan Dan Permintaan Konsumen Dalam sistem kapitalistis, seperti yang dianut di AS, bisnis didirikan untuk mengejar laba bagi pemilik; dalam spektrum kendala tertentu seorang pemilik bisnis bebas mendirikan bisnis baru, mengembangkannya, menjualnya, atau bahkan menutupnya. Tetapi konsumen pun memilki kebebasan untuk memilih. Dalam mengejar laba, bisnis harus memperhitungkan apa yang diinginkan atau dibutuhkan konsumen. Seefisien apa pun sebuah bisnis, tidak akan bertahan jika tidak ada permintaan atas barang atau jasa yang dihasilkannya. Sama halnya dengan toko mesin pembersih salju di Florida atau penjual payung pantai di Alaska yang kemungkinan besar tidak akan bertahan.

Peluang dan Wirausaha jika pelaku wirausaha bisa mengenali peluang emas dan kemudian mengembangkan rencana gemilang untuk mengkapitalisasikan peluang tersebut, mereka akan berhasil. Sebagai contoh, kendati pengecer/peritel besar seperti Circuit City dan Linens-N-Things menutup usaha pada tahun 2009, perusahaan lain memetik hasil dari penutupan ini dengan cara menangani likuidasi persediaan dari bekas peritel tersebut. Peluang ini selalu melibatkan barang atau jasa yang diinginkan atau dibutuhkan pelanggan – khususnya jika tidak ada yang memasoknya atau jika pelaku bisnis yang tidak ada menjalankannya secara efisien atau sempurna.


Manfaat Bisnis jadi apa manfaat dari bisnis? Memproduksi sebagian besar barang dan jasa yang kita konsumsi, dan memperkerjakan  sebagian besar tenaga kerja. Mereka menciptakan banyak inovasi dan peluang untuk bisnis baru lain sebagai pemasok mereka. Iklim bisnis yang sehat juga berkontribusi langsung pada kualitas kehidupan dan standar hidup masyarakat. Laba perusahaan meningkatkan pendapatan jutaan pemilik dan pemegang saham, dan pajak atas bisnis membantu pendapatan pemerintah di segala tingkatan. Banyak bisnis yang menyokong kegiatan amal dan merangsang jiwa kepemimpinan dalam masyarakat. Akan tetapi, ada sebagian pelaku bisnis yang menyebabkan kerusakan lingkungan, dan para pembuat keputusannya sering kali melakukan praktik-praktik yang tidak etis demi keuntungan pribadi.

sumber : buku berjudul Pengantar Bisnis edisi kesepuluh, penerbit : Erlangga (Ebert | Griffin)

http://www.amikom.ac.id/ 

0 komentar:

Posting Komentar